Kemenangan dan Kemerdekan 17 Agustus di Bulan Suci Ramadhan

Allahuakbar,,,, Allahuakbar,,,,, Merdeka !!!

Pekikan takbir yang menggema, menggetarkan hati2 musuh, merontokan nyali para penjajah dalam medan perang dan di kuatkan dengan teriakan ” Merdeka ” merupakan semangat  menghujam dalam dada para pejuang kemerdekaan waktu itu.

kemenangan & kemerdekaan keduanya adalah cita-cita para pendahulu negri ini putra-putri terbaik bangsa indonesia, dengan gigih dan berani mengorbankan seluruh kemampuannya agar merah putih ini tidak hanya tertancap kokoh dalam dada dan jiwa mereka, tetapi merah putih juga harus berkibar tegak berdiri ditanah air tercinta Indonesia.

Merah-Putih telah tertancap kokoh dalam dada pejuang kemerdekaan, semangat yang bulat berdasarkan itikad kuat, para pendiri negri ini menancapkan nilai2 yang luhur patut di wariskan kepada generasi berikutnya, pada saat ini telah kehilangan jati dirinya sebagai warga, bangsa dan negara indonesia.

Bercermin diri dan merenungkan kembali semangat juang para pahlawan kemerdekaan menjadi obat bagi bumi pertiwi yang sakit tak rundung sembuh. kemenangan sudah ditorehkan oleh putra-putri kebanggaan indonesia dengan kerjakerasnya negara indonesia merdeka secara lahir dari penjajahan belanda selama 3, 5 Abad merupakan waktu lama bagi para syuhada untuk membebaskan bumi tercinta ini meraih kemerdekaan.

Akhirnya Indonesia merdeka,,,,,, merdeka dari para penjajah yang telah merampas hak-hak warga negara, merampok hasil kekayaan alam, mengeksploitasi tenaga dan pikiran dan membodohkan kehidupan masyarakat, semuanya terbayar tuntas dengan darah, dengan keringat, dengan otak para pahlawan yang dengan tulus dan ikhlas mengabdi untuk negara. jiwa dan raganya telah diwakafkan untuk Indonesia.

Kemerdekaan telah berkali-kali kita peringati, kita rayakan kemerdekaannya, kita nikmatin ke bebasannya, bahkan kita berpesta pora untuk merayakan kemerdekaan indonesia ini dengan acara-acara ceremonial upacara bendera oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Negri ini memaknai kemerdekaan  dalam rangka menyemarakan kemerdekaan Indonesia dengan cara hiburan, perlombaan-perlombaan yang dilakukan oleh masyarakat kita. sampai peringatan kemerdekaan detik inipun negri ini lum bisa menggali makna dari kemerdekaan negrinya.

Enampuluh Lima tahun negara indonesia telah merdeka, tapi betulkah kita sudah merdeka ? apakah kita sudah meraih kemenangan ? dalam kondisi sekarang ini rasanya rakyat indonesia ingin meneriakan kembali pekikan takbir dan teriakan merdeka untuk kemerdekaan hakiki Indonesia.

Negri ini masih terjajah dari kemiskinan, terjerat pada krisis yang tak kunjung usai, sistem perekonomian tidak berpihak pada rakyat kecil, mementingkan kepentingan pengusaha, rakyat ditindas, diperas dan diinjak dengan kapitalisme.

Masyarakat kita bukan tuan rumah dinegri sendiri, seluruh potensi alam dikuras dan digali tanpa bisa dinikmati oleh warganya. semuanya dinikmati oleh asing dan penguasa negri ini.

Negri ini masih terjajah dari kebodohan, pendidikan dinegri ini tidak lagi mencerdaskan warga negaranya, keterbelakangan dan kebodohan masih menyatu dalam wajah bangsa ini. tingkat pendidikan yg masih rendah, dan kualitas keluaran dari pendidikan kita yang masih lemah tidak mampu bersaing dengan dunia kerja dan usaha, justru melahirkan para pengangguran pada level pendidikan.

Negri ini masih terjajah oleh ulah tingkah laku koruptor, para pejabat dan birokrat penyelenggara negara ini. amanah rakyat tidak dijalankan dengan benar dalam pengelolaan negara menjadikan masyarakat apatis pada pemerintah, karena korupsi telah menjangkit pada seluruh aspek kehidupan bernegara.

Negara ini belum merdeka karena keadilan belum bisa ditegakan dengan benar, adil bagi segelintir orang dan  masih tebang pilih. supremasi tidak lagi dijunjung, rasanya kemanalagi masyarakat akan mengadu bila keadilan tidak mendapatkan ruang bagi rakyat kecil. disana-sini masih banyak penyalah gunaan jabatan dan wewenang, praktek mafia menjadi tabu seakan menjadi candu bagi orang yang mengadu.

tapi lagi-lagi bangsa ini tidak mau belajar dan menggali makna kemerdekaan dari pahlawan kemerdekaan indonesia. di tanggal 17 agustus 2011 kali ini indonesia menggenapkan kemerdekaannya 65 th yang bertepatan dengan 17 Ramadhan dibulan suci ini pada malam nuzulul qur’an. merupakan momentum yang baik bagi seluruh warga indonesia kembali merenungi dan mentafakuri makna kemerdekaan sesungguhnya.

Kemenangan berarti  ketika kita berhasil mengalahkan nafsunya, mengalahkan syetan yang menggodanya serta mengalahkan ‘delapan perkara yang disukai semua manusia’ dan kesukaan-kesukaan yang menjadi cabangnya, mengalahkan urusan-urusan duniawi yang menarik dirinya, di mana dalam hal ini banyak sekali kaum muslimin yang gagal, bahkan bisa dibilang hampir seluruh umat gagal untuk mengalahkan perkara-perkara ini. Alloh menyebutkan kedelapan perkara ini dalam firman-Nya:

{قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهِ فَتَرَبَّصُوْا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَ يَهْدِي اْلقَوْمَ اْلفَاسِقِيْنَ}

Katakanlah:”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Alloh dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh menda-tangkan keputusan-Nya”. Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. [1

Semoga di bulan suci ini yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia menjadi momentum dalam meraih kemenangan dan kemerdekaan yang haqiqi. Kemenangan dalam mengekang syahwat2 duniawi. Secara lahir dan batin diri ini meraih kemenangan dari bentuk kemusyrikan.

Makna kemerdekaan kita maknai lebih dalam lagi tidak sebatas simbolis, tetapi secara pribadi diri ini telah merdeka dari bentuk kejahiliahan, kemunafikan, kemusyrikan, kukufuran menuju cahaya ilahi yang membebaskan belenggu-belenggu Ummatnya pada kefitrahan lahiriah dan bathiniah diri.

Sebagai masyarkat yang berbangsa dan bernegara nasionalisme yang dibangun adalah rasa cinta akan tanah air diwujudkan dengan kreativitas dan karya nyata. Generasi muda menjadi penerus estapeta kepemimpinan negri yang akan mewarisi tanah air ini harus mempunyai semangat juang, kerja yang progresif dan produktifitas kerja yang berkualitas.

Kita tidak lagi berpangkutangan akan kondisi bangsa Indonesia saat ini, saatnya kita bergandengan tangan, merapihkan kembali barisan-barisan yang rapuh, menguatkan lagi semangat kebersamaan dalam bingkai cinta.

Teriakan dan Pekikan syuhada masih terngiang terdengar nyaring,,,, apabila kita sebagai putra dan putri bangsa hanya bisa diam dan termenung menonton dan menyaksikan kehancuran bangsanya sendiri, rasanya teriakan syuhada perlu kita dengungkan kembali  ” Hidup Mulia atau Mati Syahid”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: